Rabu, 24 Oktober 2012

HIJABKU CANTIKKU



“BERHIJAB”              eemmm… perintah agama. Siapa yang gak kepingin berhijab?. Semua parempuan muslim pasti mau. Tapi sayangnya kemauan itu gak bisa langsung terwujud. Banyak perempuan muslim yang bila ditanya ‘kapan berhijab’ mereka pasti akan menjawab ‘saya ingin menjilbabi hati dulu, baru diri saya’. Begitu juga deganku jika aku ditanya maka aku akan menjawab seperti itu.

Namaku Hikila AsSyifa Kamil. Biasanya aku dipanggil Syifa. Terlahir dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai agama, aku sangat mengerti bahwa setiap perempuan muslim, jika ia telah balig ia eajib mengenakan hijab. Namun hingga usiaku memasuki usia 14 tahun aku belum melaksanakan kewajiban itu. Orang tua dan kakakku pun tak pernah memaksaku. Karena mereka yakin ketika aku siap aku pasti akan menunaikan kewajiban itu.

Waktu itu ketika aku sedang mencari sebuah buku di toko buku, ada seorang ikhwan yang dari balik rak. “Ukhti, maaf bisa tolong ambilkan buku yang berjudul ‘LATAHAZAN’! ” katanya padaku. Aku langsung mengambilkan buku yang ia maksud dan memberikan padanya. “syukron ukhti.” Katanya lagi. “naam.” Jawabku.

Entah mengapa mendengarnya memanggil ku s\dengan sebutan ‘ukhti’ ada hal aneh yang terjadi pada diriku. Setelah keluar dari toko buku, kakiku melangkah ke sebuah butik khuysus muslimah. Aku memilih pakaian yang modis, namun tetap syar’I sehingga cocok untuk berhijab.

                                                            ***

Malam itu keluargaku mendapat undangan pernukahan dari salah satu kerabat Abi. Disaat semua sudah siap untuk berangkat hanya akulah yang masih sibuk berhias diri. Hingga akhirnya kakak datang untuk membantuku.”syifa, ko lama banget?” tanya ka safa padaku ketika masuk ke kamarku. “iya kak. Rambutku masih berantakan.” Jawabku sembari menata rambutku. “sini kakak bantuin!”.

Selagi kakak membantuku, aku melihat penampilan kakak yang anggun. Meskipun berhijab, kakak masih bisa tampil cantik dan anggun tanpa meninggalkan kesan syar’i. terkadang aku niri dengan kakak. Apalagi jika aku diajak pergi dengan teman-temannya yang hampir semuanya berjilbab dan tetep cantik juga modis.

***                 

Suatu hari ketika pulang dari sekolah, aku hanya sendiri dirumah. Rasanya ingin sekali belajar memakai hijab tanpa ada yang tahu. Akhirnya aku mengeluarkan pakaian yang waktu itu sempat ku beli di butik khusus muslimah dan belum sempat ku coba.

Tanpa pikir panjang aku kangsung mengeluarkan pakaian itu dari lemari, dan langsung ku coba pakaian itu. Sengaja aku tak mencobanya di depan cermin, agar aku bisa membandingkan penampilanku dengan hijab yang sesungguhnya. Bukan dengan jilbab putih yang biasa ku pakai ke sekolah setiap hari jum’at.

Setelah semua selesai, lalu aku melihat ke arah cermin. Dan SUBHANALLAH…… ternyata benar. Dengan berhijab aku lebih terlihat cantik dan rapi.’ya Allahapakah sekarang waktu sudah saatnya aku melaksanakan kewajiban itu?’ tanyaku dalam hati.’ya Allah jika ini benar saatnya , tuntunlah aku untuk menjadi seorang muslimah yang selalu taat kepada-Mu. Amin’ kataku lagi. Entah mengapa ketika aku melihat dirikudidepan cermin, air mataku jatuh. Ada perasaan haru dan bahagia di hatiku.

***                 

Malam harinya, ketika semua keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga, aku ikut ambil suara. “Umi, Abi, Ka Safa. Syifa ingin bicarta!” ucapku pada mereka. “bicaralah Nak!” sahut Abi. “ini soal hijab Bi. Mulai besok Syifa ingin berhujab.” Terangku. “tapi, bukannya kamu ingin menjilbabi hatidulu?” tanya Ka Safa. “itu dulu kak. Sekarang aku mengerti. Sekarang aku ingin berhijab, karena dengan berhijab aku bisa mengendalikan diriku. Malu dong kalau pakai hijab tapi kelakuannya buruk dan hatinya kotor. Ya kan Mi?” tanyaku pada umi. “iya Syifa. Umi senang akhirnya kamumengerti akan kewajiban itu.” Kata Umi. “iay Nak, kami semua mendukung niat baikmu itu.” Sambung Abi.

***                 

Hari ini adalah hari pertamaku berhijab ke sekolah. Seisi sekolahpun heboh melihatku. Reaksi mereka pun berbeda-beda. Ada yang mensyukuri, ada yang bilang sok alim, dan ada juga yang bilang seperti ini ‘wah.. Syifa jadi lebih cantik ya…’ aku senang dengan tanggapan positif mereka tentang hijabku.

Banyak orang yang mengatakan bahwa berhijab itu kubo, gak gaul, gak modis, sok alim dan lain-lain. Aku menanggapi semua omongan itu sebagai motivasi agar bisa berkreasi di dunia ‘hijabers’. Kerena dengan berhijab kita terlindungi dari hal-hal buruk, dari pelecehan, dan kita juga lebih bisa mengontrol diri. Selain itu, berhijab juga bisa membuat kita lebih cantik, anggun dan tentunya tidak meninggalkan kesan syar’i.

***                 

Memang sulit rasanya memantapkan hati untuk berniat memakai hijab. Tapi, kita dapat mewujudkannya apabila kita mempunyai kemauan yang kuat dari hati untuk melaksanakannya. Seharusnya bukan hati kiata yang haru dijilbabi terlebih dahulu. Namun hati kitalah yang seharusnya dijilbabi terlebih dulu. Karena jika kita sudah berhijab kita pasti akan barpikir sebelum bertindak, sebab akan malukan bagi diri kita berprilaku yang tidak sesuai dengan pakaian muslimah yang kita kenakan dan menjadi suatu kehormayan bagi diri kita. Dan perempuan yang berjilbab juga akan lebih dihormati dan dihargai daripada perempuan lain yang belum berhijab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar